Minggu, 09 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
6 Agu 2026 05:06 - 2 menit reading

Kekeringan Parah Terjang Pangandaran, BPBD Gelontorkan 215 Ribu Liter Air Bersih ke 16 Desa

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,6 Agustus 2026-Penggunaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat semakin tertekan akibat musim kemarau panjang.

Dampak kekeringan pun terus meluas dengan kondisi ribuan warga kini mengalami krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 6.943 jiwa atau 2.334 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan hingga Kamis (6/8/2026).

Warga terdampak tersebar di 16 desa pada delapan kecamatan.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Pangandaran sudah menyalurkan 215.000 liter air bersih melalui 22 kali distribusi ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita terus memantau perkembangan wilayah yang mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Dodo kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Kamis pagi.

Berdasarkan data BPBD, delapan kecamatan yang terdampak meliputi Cimerak, Cijulang, Parigi, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.

Wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbesar berada di Kecamatan Kalipucang. Ada sebanyak 50.000 liter air bersih didistribusikan ke Desa Pamotan, Bagolo, dan Banjarharja untuk melayani 2.231 jiwa atau 779 KK.

Sementara itu, Kecamatan Parigi menerima 30.000 liter air bersih yang disalurkan ke Desa Cintakarya, Parakanmanggu, dan Bojong dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.708 jiwa atau 570 KK.

“Di Kecamatan Cijulang, kita menyalurkan 70.000 liter air bersih ke Desa Batukaras, Cibanten, dan Margacinta yang melayani 930 jiwa atau 359 KK,” katanya.

Selanjutnya, Kecamatan Pangandaran memperoleh 25.000 liter air bersih untuk Desa Sidomulyo dan Sukahurip dengan jumlah penerima manfaat 624 jiwa atau 202 KK.

Untuk Kecamatan Sidamulih, BPBD menyalurkan 20.000 liter air bersih ke Desa Sidamulih yang melayani 355 jiwa atau 121 KK.

Di Kecamatan Cimerak, sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan ke Desa Limusgede dan Kertaharja bagi 773 jiwa atau 208 KK.

Sementara Kecamatan Padaherang menerima 5.000 liter air bersih untuk Desa Karangmulya yang melayani 225 jiwa atau 75 KK, sedangkan Kecamatan Mangunjaya memperoleh 5.000 liter untuk Desa Mangunjaya dengan jumlah penerima manfaat 97 jiwa atau 30 KK.

Ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan air secara hemat dan bijak. 

“Kita minta warga segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar distribusi bantuan dapat segera dilakukan,” ucap Dodo.

Dodo memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilaksanakan selama musim kemarau berlangsung dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.