Jumat, 19 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
18 Jun 2026 12:09 - 4 menit reading

Asep Sopandi di Ciamis Sulap Koran Bekas Jadi Karya Bermutu Tinggi, Tembus Inacraft dan Pasar Daring

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,18 Juni 2026-Tumpukan koran bekas yang sering dianggap sampah ternyata bisa berubah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi di tangan Asep Sopandi. 

Warga Bojonghuni, Kabupaten Ciamis ini berhasil menyulap limbah kertas koran menjadi berbagai produk kreatif, mulai dari kotak tisu, tempat air mineral, jam dinding artistik, miniatur rumah gadang, hingga kerajinan berbentuk burung merak.

Melalui usaha yang diberi nama Revcycle Art, Asep tidak hanya menciptakan produk ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Asep menuturkan, ide memanfaatkan koran bekas menjadi kerajinan bermula dari keterlibatannya dalam kegiatan bank sampah. 

Saat itu ia melihat banyak bahan yang masih memiliki nilai guna, namun hanya dijual sebagai barang bekas dengan harga yang relatif rendah.

“Dari bank sampah itu saya melihat potensi bahan baku yang melimpah. Kalau dijual kiloan nilainya kecil, tapi ketika diolah menjadi kerajinan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat,” ujarnya saat ditemui di Gerai UMKM, Kelurahan Maleber, Ciamis, Kamis (18/6/2026).

Sejak Juni 2023, ia mulai menekuni kerajinan berbahan baku koran bekas. 

Proses pembuatannya diawali dengan melinting lembaran koran menjadi gulungan-gulungan kecil yang kemudian dirangkai menjadi berbagai bentuk produk.

Dari tangan kreatifnya lahir beragam karya seperti tempat air mineral, kotak tisu, topi, jam dinding, hingga hiasan dinding berbentuk burung merak yang menjadi salah satu produk unggulan.

“Yang paling rumit itu motif burung merak karena banyak detail yang harus dikerjakan. Untuk menyelesaikan satu karya bisa memakan waktu hampir satu minggu,” katanya.

Selain memanfaatkan koran bekas, Asep juga mengolah galon plastik sekali pakai menjadi pot tanaman berbentuk karakter hewan yang unik dan menarik.

Tak hanya fokus pada produksi, Asep juga melibatkan ibu-ibu rumah tangga dalam proses pembuatan bahan baku.

Mereka membantu membuat lintingan koran dari rumah dan mendapatkan upah sebesar Rp200 untuk setiap lintingan yang dihasilkan.

“Konsep awalnya memang pemberdayaan masyarakat. Ibu-ibu membantu proses pelintingan, sehingga mereka juga mendapatkan tambahan penghasilan,” ujarnya.

Saat ini produk Revcycle Art telah dipasarkan secara langsung maupun melalui platform digital seperti Shopee dan TikTok.

Perjalanan usahanya juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui berbagai program promosi dan pameran UMKM. 

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah ketika produk Revcycle Art tampil dalam pameran Inacraft 2025.

“Alhamdulillah waktu ikut Inacraft, produk kami habis terjual hanya dalam dua hari. Itu menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha,” katanya.

Selain mengembangkan usahanya sendiri, Asep juga aktif sebagai pengurus Gerai UMKM Ciamis yang menjadi wadah promosi berbagai produk lokal. 

Menurutnya, keberadaan gerai tersebut sangat membantu para pelaku UMKM karena menyediakan ruang pemasaran yang lebih luas.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang melihat limbah bukan sebagai sampah semata, melainkan sebagai bahan yang masih bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Harapannya semakin banyak masyarakat yang kreatif memanfaatkan limbah. Selain membantu mengurangi sampah, juga bisa menjadi peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga,” katanya.

Untuk berbagai produk yang dihasilkan dari koran bekas itu dibanderol dengan harga mulai puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Kreativitas tersebut menjadi salah satu daya tarik yang ditampilkan di Gerai UMKM Ciamis, pusat promosi produk unggulan daerah yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Gerai yang berada di jalur strategis Ciamis-Cirebon itu kini menjadi etalase berbagai produk lokal, mulai dari makanan dan minuman khas daerah hingga aneka kerajinan tangan hasil karya pelaku ekonomi kreatif.

Kabid Perdagangan DKUKMPP Ciamis, Wahyu Ghifary Setiawan, mengatakan keberadaan gerai tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan Ciamis kepada masyarakat.

“Gerai UMKM ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membantu para pelaku usaha mempromosikan produknya. Harapannya seluruh potensi UMKM yang ada di Ciamis bisa berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Saat ini, gerai tersebut menampung sekitar 40 jenis produk makanan dan minuman serta 15 jenis produk kriya dari para perajin lokal.

Menurut Wahyu, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan bentuk kreativitas yang patut diapresiasi karena selain mengurangi sampah juga mampu membuka peluang usaha baru.

“Sampah jangan sampai terbengkalai atau terbuang begitu saja. Dengan kreativitas, sampah bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Wahyu menegaskan DKUKMPP Ciamis terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM melalui promosi, pendampingan, serta fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Meski saat ini belum ada produk dari gerai UMKM yang menembus pasar ekspor, pihaknya optimistis peluang tersebut terbuka lebar.

“Potensi menuju ekspor sudah ada. Kami sedang mengupayakan agar produk-produk UMKM Ciamis dapat mengikuti program eksportir pemula yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan ke depan muncul eksportir baru dari Kabupaten Ciamis,” katanya.