Jumat, 19 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
14 Jun 2026 05:28 - 2 menit reading

Prioritaskan Pedestrian dan Pesepeda, Farhan Siap Tata Infrastruktur Jalan dan Taman di Kota Bandung

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,14 Juni 2026-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menaruh perhatian serius terhadap hak-hak pengguna jalan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang inklusif dan humanis. Target utama yang kini dikejar adalah mewujudkan jalur pedestrian, fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta lajur pesepeda yang aman dan representatif.

Komitmen pembenahan aksesibilitas tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia menyatakan bahwa pemulihan kualitas fasilitas dasar penunjang akan digulirkan secara berkesinambungan demi menghadirkan ruang publik yang semakin nyaman bagi segenap kalangan.

Saat ini, otoritas setempat tengah memfokuskan pengerjaan rehabilitasi jalur lalu lintas agar lebih kokoh melalui perbaikan jaringan drainase, disusul penataan trotoar yang aksesibel.

“Kita ingin jalan-jalan di Kota Bandung beradab. Ramah terhadap pejalan kaki, disabilitas dan para pesepeda sehingga semua pengguna jalan bisa merasa nyaman,” ungkap Farhan.

Rencana taktis ini dipaparkan Farhan di sela-sela agenda Gerakan Senam Masyarakat inisiasi Dispora di Lapangan Badak, Sabtu, 13 Mei 2026.

Di hadapan warga, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menyelaraskan kesehatan jasmani serta rohani, salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan area komunal yang kini sedang dibenahi secara bertahap.

Menurut Farhan, di tengah sengkarut problematika pembangunan serta beratnya tekanan daya dukung lingkungan saat ini, warga lokal sangat membutuhkan ruang terbuka yang sehat untuk melepas penat sekaligus memelihara stamina tubuh.

“Setelah berbagai macam masalah yang rumit kita tetap harus menyegarkan pikiran dan badan. Alhamdulillah hari ini bisa ramai-ramai berkumpul, berolahraga dan bergembira bersama warga,” tuturnya.

Bagi sang Wali Kota, tingkat kegembiraan publik merupakan modal krusial dalam menyokong kemajuan pembangunan daerah. Oleh sebab itu, aktivitas fisik, pasokan udara bersih, serta sarana rekreasi yang positif idealnya melekat dalam dinamika keseharian masyarakat Bandung.

“Kalau Bandung itu, mesti bahagia luar dalam. Dengan olahraga, udara yang segar dan musik yang menyenangkan, well-being masyarakat akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Setelah proyeksi pembenahan fasilitas primer jalan dan drainase tersebut rampung, Pemkot Bandung bersiap mengonsep ulang sejumlah taman kota agar tampil lebih memikat. Beberapa kawasan hijau akan diatur kembali fungsinya, termasuk menyelaraskan penamaan area berdasarkan aspek sejarah maupun toponimi yang melekat di kawasan tersebut.

Langkah ini diambil karena Farhan menilai pembangunan ruang publik tidak sekadar untuk mempercantik tata kota, melainkan memegang andil besar dalam melahirkan penduduk yang prima secara fisik sekaligus psikologis.

“Dispora tidak hanya bertanggung jawab terhadap kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Karena banyak aktivitas olahraga yang mampu membantu masyarakat menjadi lebih sehat secara mental,” pungkasnya.