
www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,10 Juni 2026-Pemotongan kabel udara di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, hingga saat ini masih terus berlangsung dan dipastikan akan terus dilakukan hingga Desember 2026 mendatang.
Upaya pemotongan kabel telekomunikasi tersebut akan dilakukan di 85 ruas jalan karena sebagai bagian dari upaya penataan kota, guna menciptakan lingkungan yang lebih tertib dengan program migrasi ke bawah tanah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemotongan tersebut difokuskan pada penertiban kabel udara yang tidak berizin dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tetapi jaringan internet akan tetap aman.
“Internet untuk pelayanan publik tetap terjamin. Kami pastikan tidak ada gangguan karena sebelum pemotongan dilakukan, jaringan cadangan sudah disiapkan,” ujar Farhan, Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan, dalam pelaksanaannya Pemkot Bandung tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, khususnya dalam menjaga stabilitas layanan publik yang selama ini tetap bergantung pada jaringan internet.
Pihaknya juga memastikan, proses migrasi jaringan dari kabel udara ke jaringan bawah tanah dilakukan secara bertahap dan terencana, dengan menyiapkan sistem cadangan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan.
“Pemerintah tidak akan memotong kabel apabila sistem cadangan belum siap. Hal itu untuk menghindari gangguan terhadap layanan seperti perbankan, pendidikan, kesehatan, kependudukan, TNI, dan Polri,” katanya.
Di sisi lain, Farhan mengatakan, operator telekomunikasi memiliki tanggung jawab penuh terhadap layanan kepada pelanggan. Apabila terjadi gangguan, operator wajib segera melakukan penanganan dan pemulihan layanan.
Hal tersebut karena masyarakat sebagai pelanggan juga memiliki hak untuk mendapatkan layanan terbaik, termasuk memilih alternatif penyedia layanan apabila mengalami gangguan yang tidak segera ditangani.
“Operator harus bertanggung jawab kepada pelanggan, jika terjadi gangguan, harus segera ditangani. Pelanggan memiliki hak untuk mencari alternatif koneksi jika layanan yang diterima tidak optimal,” ucap Farhan.