Jumat, 17 Apr 2026
Home
Search
Menu
Share
More
22 Feb 2026 08:21 - 2 menit reading

Kronologi 23 Anggota TNI Tertimbun Longsor Cisarua Beredar, sedang Latihan saat Longsor Menerjang

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,26 Januari 2026-23 anggota TNI turut jadi korban longsor Cisarua, longsor besar yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari.

23 prajurit tersebut berasal dari satuan Marinir. Seluruhnya masih hilang tertimbun longsor.

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali.

“Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor,” kata Ali, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ali mengatakan proses pencarian dan evakuasi di lokasi longsor hingga saat ini masih terus dilakukan. Dari total korban yang tertimbun, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal.

“Saat ini sudah diketemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus,” ujarnya.

Beredar di Media Sosial

Sebelumnya, kabar puluhan anggota TNI turut menjadi korban longsor Cisarua telah beredar di media sosial.

Dari kabar yang beredar, 23 anggota TNI tersebut sedang melaksanakan laihan tempur di sekitar lokasi longsor.

Para personel TNI dibagi menjadi dua kelompok. Para anggta TN yang telah diberi titik kordinat untuk latihan kemudian berangkat ke titik yang dibagikan. Mereka tiba pada pukul 20.00 WIB.

Pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, terjadi longsor di daerah latihan.

Para anggota TNI yang melaksanakan latihan pun tidak dapat dihubungi dan komunikasi terputus.

Korban Longsor

Berdasarkan update terkini dari BNPB, korban meninggal dunia akibat longsor di Bandung Barat totalnya sudah mencapai 17 orang. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengindentifikasi 11 jenazah dan 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan Tim SAR gabungan pada Minggu (25/1/2026) telah berhasil menyerahkan total 25 kantong jenazah.

“Jumlah ini sudah termasuk dari 11 jenazah yang berhasil teridentifikasi serta 6 yang masih proses identifikasi,” kata Muhari dalam keterangan resminya.

Hasil operasi pencarian Tim SAR gabungan selanjutnya diproses oleh tim DVI untuk identifikasi.

Proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan memiliki identitas pendukung. Namun, untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, diperlukan waktu lebih lama untuk proses pencocokan data ante mortem.

Hingga kini, proses identifikasi terhadap kantong jenazah yang sudah diserahkan ke tim DVI terus berjalan. Pagi ini Senin (26/1) proses pencarian kembali dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone.