Selasa, 21 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
20 Jul 2026 06:18 - 2 menit reading

Program MBG Kembali Bergulir, Harga Sayuran dan Daging Ayam di Purwakarta Ikut Melonjak

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,20 Juli 2026-Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan pada Senin (20/7/2026). 

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas sayuran, khususnya mentimun yang melonjak lebih dari dua kali lipat dari Rp8.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

sejak pagi, selain mentimun, harga buncis juga mengalami kenaikan dari Rp16.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. 

Kentang naik dari kisaran Rp15.000-Rp16.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, sedangkan kubis naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang sayur, Dadang, mengatakan lonjakan harga paling terasa terjadi pada mentimun, buncis, dan sejumlah sayuran hijau.

“Harga timun yang sebelumnya Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram kini menjadi Rp18.000 per kilogram. Buncis juga naik dari Rp16.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, sedangkan kentang naik dari sekitar Rp15.000-Rp16.000 menjadi Rp18.000 per kilogram,” ujar Dadang,Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh dua faktor utama, yakni menurunnya pasokan akibat musim kemarau serta meningkatnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan.

Akibat kondisi tersebut, kata dia, omzet pedagang ikut terdampak karena daya beli masyarakat menurun. Banyak pelanggan memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan biasanya.

Tak hanya sayuran, harga daging ayam juga kembali mengalami kenaikan. Setelah sebelumnya sempat turun hingga Rp28.000 per kilogram, kini harga ayam kembali menyentuh Rp38.000 per kilogram.

Pedagang ayam mengaku kenaikan harga dipengaruhi terbatasnya pasokan dari distributor. Mereka menyebut pasokan kini harus berbagi dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis yang kembali berjalan di sejumlah daerah.

Di sisi lain, para pembeli mengaku semakin terbebani dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Salah seorang pembeli, Ike, mengatakan kini dirinya harus lebih selektif dalam berbelanja agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Ia mengaku mulai mengurangi pembelian beberapa jenis sayuran maupun lauk karena harga yang terus merangkak naik.

Baik pedagang maupun pembeli berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan, sehingga kebutuhan pokok kembali terjangkau di tengah meningkatnya beban pengeluaran masyarakat.