www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,21 Juli 2026-Harga daging ayam ras dan telur ayam ras di Jawa Barat, mulai merangkak naik seiring kembali beroperasinya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Kenaikan tersebut, dipicu meningkatnya permintaan pasokan bahan baku dari dapur-dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan menu harian anak sekolah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan harga daging ayam ras naik signifikan sebesar 9,65 persen menjadi rata-rata Rp36.350 per kilogram.
Sementara harga telur ayam ras meningkat 1,62 persen menjadi rata-rata Rp25.050 per kilogram.
“Di Jawa Barat, harga daging dan telur ayam ras naik sekitar setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diaktifkan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah,” ujar Linda, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, pemulihan harga tersebut dipengaruhi lonjakan permintaan bahan baku dari dapur-dapur produksi MBG yang kembali beroperasi.
“Pemulihan harga ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasokan bahan baku secara masif dari dapur-dapur produksi MBG untuk menyuplai menu harian anak sekolah,” katanya.
Selain ayam dan telur, Linda memprediksi sejumlah komoditas hortikultura juga berpotensi mengalami kenaikan harga, seiring meningkatnya kebutuhan program MBG.
“Komoditas yang diprediksi akan naik dengan aktifnya program MBG diperkirakan adalah komoditas hortikultura yaitu cabai rawit, cabai besar, bawang merah, dan bawang putih,” katanya.
Sementara itu, untuk komoditas beras premium dan minyak goreng premium dalam kemasan, Linda mengatakan harga saat ini masih stabil, namun belum kembali ke level normal.
“Untuk komoditas yang menggunakan kemasan plastik seperti beras premium dan minyak goreng premium, harganya saat ini terpantau stabil, namun stabil di level yang tinggi,” katanya.
Linda memastikan, meski terjadi kenaikan harga secara umum ketersediaan bahan pokok penting di Jawa Barat masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk, memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pasokan beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, daging sapi, hingga sebagian besar komoditas hortikultura masih tersedia dengan baik.
“Secara umum, ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Jawa Barat dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dari sisi harga, mayoritas komoditas juga masih relatif stabil. Fluktuasi hanya terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura yang dipengaruhi faktor musim dan distribusi.
Pemerintah, kata Linda, terus melakukan pemantauan harian bersama pemerintah kabupaten dan kota, Bulog, BUMD pangan, serta pelaku usaha, untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
Salah satunya melalui optimalisasi penyaluran beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Bulog, serta distribusi Minyakita agar harga tidak kembali meningkat.
Di sisi lain, pasokan kedelai impor kini dipastikan kembali aman setelah sebelumnya sempat terganggu akibat kendala pengapalan internasional.
Linda mengatakan stok kedelai impor nasional telah mencapai 450.000 ton sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan pengrajin tahu dan tempe.
Meski pasokannya melimpah, harga kedelai impor di tingkat pengecer Jawa Barat masih berada di atas kisaran normal, yakni antara Rp13.689 hingga Rp13.725 per kilogram.