
www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,15 Januari 2026-Kios dan los milik pedagang pasar Cikurubuk sudah Banyak yang tidak beroperasi atau tutup aktivitas.
Kondisi ini akibat minat pembeli menurun dan memilih ke toko modern.
Padahal pasar Cikurubuk menjadi pasar terbesar di Kota Tasikmalaya yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat di Kota Tasikmalaya dan pasokan pasar lain.
Namun, aktivitas pedagang lesu menyebabkan retribusi macet, dan administrasi pasar ikut terdampak.
Total ada sekitar 2772 kios dan los yang masuk pengelolaan UPTD Pasar Cikurubuk.
Pantauan Kondisi Blok B-II: Sepi dan Banyak Kios Dijual
Pantauan TribunPriangan.com, aktivitas jual beli di blok B-II nampak sepi.
Hanya sebagian toko yang buka, itupun tidak ada pembeli.
Dari banyaknya kios di blok B-II yang rata-rata menjual sendal dan pakaian, hampir setengahnya sudah tutup.
Bahkan beberapa kios sudah nampak papan tulisan dijual maupun di kontrakan akibat tidak ada masukan penjualan yang mengakibatkan harus berhenti operasi.
Faktor Akses Jalan Rusak dan Kendala Pedagang
Kondisi ini dipicu banyak faktor, salah satunya akses jalan rusak parah.
Meskipun begitu, sejumlah pedagang tetap bertahan berjualan meski sepi pembeli.
Nampak penjual tengah berkumpul dan duduk di depan kios menunggu pembeli yang datang ke tempat usahanya.
Selain itu, kondisi ini bukan sekadar tutup sementara, tapi benar-benar ditinggal tanpa kejelasan status.
“Kalau kios saya sudah tutup kurang lebih 3 tahun, sementara ini yang buka kios baju saja,” ungkap Undang pedagang pakaian di Blok B-II Pasar Cikurubuk ditemui wartawan TribunPriangan.com, Kamis (15/1/2026).
Keluhan Kenaikan Retribusi dan Persaingan Toko Modern
Undang menjelaskan, kondisi kios yang banyak tutup karena beberapa faktor:
“Saat ini kan jalan rusak, jadi banyak pembeli malas ke sini karena becek juga.”
“Seharusnya pemerintah harus cepat tanggap turun kesini, jangan hanya menaikan retribusi saja,” tegas Undang.
Estimasi 40 Persen Kios Berhenti Beroperasi
Undang mengaku, untuk pedagang pakaian dan sendal di blok B-II 2 yang tutup hampir setengahnya dari jumlah yang masih berdagang.
“Mungkin sekarang udah nyampai 40 persen kios sudah tutup, selain tidak sanggup bayar retribusi, kita juga dibebankan dengan minat pembeli yang sangat berkurang,” ucapnya.
Pria asal Kota Tasikmalaya ini masih bertahan dengan beberapa kios yang dimilikinya dengan dikelola bersama anaknya.
“Punya dua kios sudah tutup, mau dikontrak juga tidak laku karena kondisi di blok B-2 ini kan sepi pembeli, siapa yang mau berdagang disini,” kata Undang.