Rabu, 17 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
17 Jun 2026 09:59 - 3 menit reading

Mahasiswa di Sukabumi Demonstrasi Tolak Kenaikan BBM, Desak Evaluasi MBG dan KDMP

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,17 Juni 2026-Dua kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kota Sukabumi, Rabu (17/6/2026) sore, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Aksi berlangsung di dua lokasi berbeda. Kelompok mahasiswa Universitas Nusa Putra yang mengatasnamakan BEM Nusantara menggelar aksi di kawasan Tugu Adipura Kota Sukabumi. Sementara itu, massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Dalam aksinya, IMM tidak hanya menyoroti kebijakan kenaikan BBM, tetapi juga menyampaikan evaluasi terhadap sejumlah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Diki Ramadhani, mengatakan kenaikan BBM berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar akan berpengaruh pada biaya transportasi, distribusi barang, biaya produksi usaha, hingga harga kebutuhan pokok.

“Kenaikan harga BBM di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih merupakan kebijakan yang harus dievaluasi secara serius. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya produksi usaha, hingga semakin menekan daya beli masyarakat,” ujar Diki kepada wartawan di sela aksi.

Ia menilai pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi yang saat ini dirasakan masyarakat. Menurutnya, ketika harga kebutuhan pokok terus meningkat dan kondisi ekonomi masyarakat masih sulit, kebijakan kenaikan BBM justru berpotensi memperburuk keadaan.

“Kami melihat pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi riil yang dirasakan rakyat. Ketika harga kebutuhan pokok terus meningkat dan lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan, kenaikan BBM justru berpotensi menambah beban masyarakat kecil,” katanya.

Selain menyoroti BBM, IMM juga menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap pemerintah, di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sektor pendidikan, hingga peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian.

Dalam pernyataan sikapnya, IMM mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh program MBG dan KDMP, mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran MBG hingga tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta meninjau kembali kebijakan penyesuaian harga BBM.

“Melalui aksi ini, IMM Sukabumi Raya mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan BBM serta melakukan evaluasi terhadap berbagai program strategis nasional agar benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan sekadar mengejar target program,” tegas Diki.

Menurutnya, aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa sekaligus upaya mengawal kebijakan publik agar tetap berjalan sesuai amanat konstitusi dan cita-cita kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.