Senin, 15 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
15 Jun 2026 09:51 - 2 menit reading

Percepat Pengangkutan ke TPA Pecuk, DLH Indramayu Bakal Angkut Sampah Hingga Malam

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,15 Juni 2026-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu tengah menggodok regulasi untuk pengangkutan sampah hingga malam.

Kepala DLH Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengatakan, langkah tersebut sebagai terobosan baru dalam operasional pengangkutan sampah, dan mempercepat pengosongan TPS.

Upaya tersebut juga untuk mengurai antrean truk pengangkut sampah di TPA Pecuk pada jam kerja reguler, karena banyaknya sampah yang harus diangkut.

“Penambahan jam kerja malam untuk mengangkut sampah ini untuk mengurangi antrean pengangkutan sampah dari TPS ke TPA Pecuk,” kata Dedi Agus Permadi saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu di DPRD Kabupaten Indramayu, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Senin (15/6/2026).

Ia mengatakan penambahan jam operasional hingga malam untuk menindaklanjuti timbulan sampah di Kabupaten Indramayu yang mencapai 400-an ton perhari.

Kondisi semacam itu membuat ritme pengangkutan siang hari kewalahan, sehingga penambahan waktu angkut hingga malam diyakini menjadi solusi untuk mencegah penumpukan sampah.

Saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah regulasi turunan berupa Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pelaksanaan pengelolaan sampah.

“Kami juga meminta dukungan Komisi IV DPRD Indramayu, karena dalam penyusunan rencana kerja 2027 akan memperbanyak fasilitas pengelolaan sampah sebagai langkah konkret penanganan sampah,” ujar Dedi Agus Permadi.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu, Ibnu Risman Syah, mendorong pemerintah daerah mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan. 

Ibnu meyakini langkah tersebut bakal membuat setiap kecamatan mampu mengolah sampahnya sendiri, karena Kabupaten Indramayu menghasilkan kira-kira 400 ton sampah setiap harinya.

“Pengangkutan sampah hingga malam bagus untuk jangka pendek, tetapi sebagai solusinya, kami juga mendorong pemerintah daerah mengembangkan TPST di setiap kecamatan agar setiap wilayah mampu mengolah sampahnya sendiri,” kata Ibnu Risman Syah.