www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,8 September 2026-Musim kemarau yang berlangsung hampir empat bulan membuat warga Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan air bersih.
Sumber air utama warga kini sumur yang kini hampir mengering. Ironisnya, sisa air yang masih tersedia berubah warna menjadi kuning keemasan sehingga warga tidak berani menggunakannya untuk minum dan memasak.
Warga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Sementara untuk mandi dan keperluan rumah tangga lain, mereka masih menggunakan sisa air sumur dengan terlebih dahulu menyaringnya berkali-kali.
Kondisi semakin sulit karena Sungai Ciseel yang selama ini menjadi alternatif warga untuk mencuci juga ikut mengering. Sungai itu kini hanya menyisakan genangan air.
Setiap pagi dan sore, sejumlah warga terpaksa membawa pakaian kotor ke sungai untuk dicuci menggunakan air yang tersisa.
Seorang warga terdampak, Rasini (45) mengatakan air sumur mulai berubah warna sejak sekitar dua bulan terakhir. Debit air juga terus menyusut.
“Sudah dua bulan air berwarna kuning. Airnya juga tinggal sedikit dan harus disaring berkali-kali sebelum digunakan. Untuk mencuci kami ke sungai, sedangkan untuk minum harus membeli,” ujar Rasini kepada sejumlah wartawan di halaman rumahnya, Selasa (8/9/2026) siang.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan jika kemarau terus berlangsung. Warga khawatir sumur benar-benar kehabisan air.
“Kalau kondisinya terus seperti ini, air sumur bisa habis. Kami berharap ada bantuan air bersih,” katanya.
Ketua RT setempat, Karno, mengatakan kekeringan sudah berlangsung hampir empat bulan dan membuat air sumur warga tidak lagi layak dikonsumsi.
“Kekeringan sudah berlangsung hampir empat bulan. Air sumur sudah tidak layak dikonsumsi karena berwarna kuning,” ucap Karno.
Saat ini, lanjut Ia, air sumur hanya digunakan untuk mandi dan mencuci peralatan dapur. Untuk mencuci pakaian, warga mengandalkan genangan air di Sungai Ciseel.
Karno berharap, pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Pangandaran segera menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.
“Untuk kebutuhan minum dan memasak, warga harus membeli air. Kami berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah desa maupun kabupaten,” ujarnya.