Sabtu, 13 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
27 Apr 2026 08:07 - 2 menit reading

VIRAL Seorang Petani di Ngamprah Bandung Barat Kehilangan Padi yang Baru Dipanen di Sawah

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,27 April 2026-Oka Sukmana (50) hanya bisa tersenyum pahit saat menceritakan perihal kehilangan padi yang telah dipanen di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Oka mengatakan pencurian padi yang tengah dijemur di area sawah tak jauh dari tempat tinggalnya, terjadi pada Minggu (26/4/2026) dini hari.

“Kejadiannya hari Sabtu malam minggu. Habis panen dijemur udah dua hari, mau diangkat paginya (Minggu) ternyata sudah habis sama pencuri,” kata Oka di area sawah.

Oka menggarap lahan persawahan seluas 700 meter persegi bersama Amad (73). Sebagian padi sudah dipanen kemudian disimpan dirumah dan sisanya sekitar 5 karung dalam proses pengeringan.

“Total sekira 5 sampai 7 karunglah, itu punya Abah Amad dan saya, sama punya Abah Uu dan Pak Beben. Abah Uu sama Pak Beben itu kuli panen, yang garap sya sama Abah Amad,” ujarnya.

Jika dirupiahkan, padi yang hilang bernilai sekitar Rp5 juta. Meski sedih dan geram, Oka dan Amad memilih untuk ikhlas terhadap padi yang ditanam dan dirawat sejak tiga bulan lalu.

“Dengan harga normal rugi paling rugi sekitar Rp5 juta,” katanya.

Oka menambahkan, pencurian padi di area sawah yang digarap baru kali ini terjadi. Dari keterangan warga, pencurian dilakukan dengan menggunakan mobil bak terbuka sekitar pukul 2 dini hari.

“Iya pakai mobil, katanya ada yang tau katanya mobil pickup itu penuh katanya, pasti penuh itu sekitar 5 kuintal kan,” tandasnya.

Dugaan aksi pencurian terhadap padi di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB viral di media sosial

Dari video yang beredar, terlihat sejumlah petani duduk termenung melihat padi yang dijemur telah raib.

“Sing sabar mamah (Sabar mamah), pere ker dipoe dipaling(Padi lagi dijemur dimaling), ya allah,” kata perekam video yang diunggah @infobdgbaratcimahi.