Selasa, 21 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
28 Jun 2026 10:44 - 4 menit reading

Sedihnya Terminal CIcaheum Tutup, Dishub Kota Bandung Buat Scene Adegan Mirip Preman Pensiun

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,28 Juni 2026-Terminal Cicaheum resmi ditutup sebagai terminal bus regular yang melayanai perjalanan umum dari Kota Bandung ke arah timur Pulau Jawa.

Terminal legendaris ini resmi ditutup untuk layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Selanjutnya, operasional bus dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. 

Bangunan Terminal Cicaheum sendiri akan dialihfungsikan menjadi depo dan pusat layanan untuk program Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

Penutupan terminal ini membuat masyarakat merasa rindu dengan kenangan-kenangan masa silam saat masih beroperasi.

Termasuk, salah satunya, penggunaan terminal ini menjadi drama serial televisi berjudul Preman Pensiun.

Lebih dari satu dekade, drama ini terus ditayangkan di TV swasta RCTI dan selalu ditunggu para penonton.

Peran Terminal Cicaheum ini pun kemudian melekat dengan Preman Pensiun. 

Sejumlah artis PP turut mengunggah kenangan syuting di terminal ini.

Namun kesedihan dan kenangan ini juga diungkapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Kenangan ini digambarkan melalui sebuah proses kreatif scene drama berjudul “Cicaheum Pensiun” yang menyerupai alur kisah PP dan diunggah melalui akun Instagram @bdg.dishub.

Scene ini diawali dengan teriakan tiga calo bus di depan bus-bus yang terparkir di terminal.

Kemudian scene berikutnya beralih ke jembatan di mana biasanya Kang Mus bersama anak buahnya mengawasi kegiatan anak buah yang sedang ‘bekerja’ di bawah.

Peran Kang Mus dan dua anak buahnya di jembatan ini ditirukan oleh tiga petugas Dishub Kota Bandung.

Ketiganya berdiri di atas jembatan sambil mengawasi ke bawah.

“Ada yang datang, ada juga yang harus pergi

Puluhan tahun terminal ini berdiri menjadi saksi perjalanan ribuan orang

Tempat ini merupakan tempat pertemuan, perpisahan, dan juga perjuangan,” demikian kutipan perkataan yang dipernkan salah seorang petugas Dishub menyerupai perkataan Kang Mus di serial PP.

Ketiganya kemudian turun dan beralih ke area utama terminal.

“Terminal Cicaheum bukan hanya menaikkan dan menurunkan penumpang saja

Tapi juga menjadi ruang cerita kehidupan wargi Bandung,” demikian scene berlanjut di area terminal tempat parkir bus

“Di sini banyak cerita dimulai 

Ada yang berangkat untuk mencari nafkah, ada yang pulang membawa rindu. Bahkan ada yang sekedar singgah lalu pergi membawa kenangan

Kini Terminal Cicaheum memasuki masa purna tugasnya, mengakhiri perjalanan panjang, yang telah menemani Kota Bandung selama bertahun-tahun

Ini bukan akhir sebuah cerita melainkan awal dari babak baru

Terima kasih Terminal Cicaheum atas pengabdiannya untuk masyarakat Kota Bandung

INI PERTEMUAN TERAKHIR, “ ucap salah satu petugas sekaligus mengakhir scene di sini.  

Resmi Ditutup

Diberitakan sebelumnya, Terminal Cicaheum di Kota Bandung, akhirnya resmi ditutup, Jumat (26/6/2026). 

Seluruh layanan semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Jumat (26/6/2026) sudah tidak ada lagi bus yang mangkal di Terminal Cicaheum, sehingga area parkiran tampak lengang dan tidak ada penumpang yang menunggu keberangkatan.

Sejumlah kios pedagang yang biasanya ramai dengan penumpang bus kini tampak sepi, bahkan di tempat penjualan tiket bus terpantau sudah tidak aktivitas sama sekali, bahkan sebagian loket tampak sudah tutup.

“Untuk kondisi Terminal Cicaheum saat ini bisa dilihat bahwa di lapangan sudah kosong dan tidak ada lagi armada yang beroperasi,” ujar Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi di lokasi, Jumat (26/6/2026).

Ia mengatakan, seluruh armada bus baik AKAP maupun AKDP saat ini telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang, sehingga Terminal Cicaheum sudah tidak lagi melayani pemberangkatan awal karena sudah dipusatkan di Terminal Leuwipanjang.

“Rata-rata jumlah keberangkatan sebelumnya berkisar antara 84 hingga 100 bus per hari. Seluruh armada tersebut kini telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang, baik bus AKAP maupun AKDP,” katanya.

Setelah pemindahan layanan ini, kata Asep, pihaknya masih terus berkoordinasi dan melaksanakan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat, khususnya kepada para calon penumpang yang datang ke Terminal Cicaheum.

“Setiap satu hingga dua jam sekali, petugas memberikan informasi sekaligus melakukan pengawasan,” ujar Asep.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar ke depan masyarakat mengetahui bahwa seluruh armada yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum kini telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.

Seperti diketahui, pemindahan layanan bus AKAP dan AKDP tersebut karena Terminal Leuwipanjang akan dijadikan depo Bus Rapid Transit (BRT), sehingga dengan adanya proyek ini tidak boleh ada layanan bus di terminal itu.