
www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,30 April 2026-Kisah memprihatinkan Kurniah (43) dan bayinya yang berusia sembilan bulan di Kabupaten Cirebon akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah.
Setelah viral di media sosial karena tinggal di sebuah gazebo tanpa dinding, bantuan kini mulai mengalir.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon bersama unsur Muspika Kecamatan Pangenan mendatangi langsung keberadaan Kurniah di Desa Beringin, Rabu (29/4/2026) sore.
Respons Cepat Pemerintah
Sekretaris Desa (Sekdes) Beringin, Supriyadi, mengapresiasi langkah taktis Dinsos yang segera menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warganya yang terlantar tersebut.
“Ya, setelah berita ini ramai dan viral, tadi ada kunjungan dari Muspika dan Ibu Kabid Dinsos Kabupaten Cirebon.”
“Kami berterima kasih karena mereka membawa paket sembako, kasur, selimut, dan perlengkapan lainnya,” ujar Supriyadi saat ditemui di lokasi peninjauan.
Bantuan yang disalurkan meliputi family kit, kasur lipat, bantal, hingga makanan siap saji yang berasal dari Kementerian Sosial RI.
Fakta Terbaru: Pindah ke Teras Rumah
Meskipun bantuan fisik telah diterima, fakta terbaru di lapangan menunjukkan perjuangan Kurniah belum sepenuhnya berakhir.
Pantauan terkini, Kurniah sudah tidak lagi menghuni gazebo kayu tersebut.
Ia bersama bayinya kini berpindah ke teras rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi gazebo.
Meski sudah lebih aman dari sebelumnya, kondisi teras tersebut dinilai masih jauh dari standar hunian layak bagi seorang ibu dan bayi.
Tujuh Bulan Menahan Dingin dan Lapar
Kurniah mengaku kepahitan hidup ini sudah ia jalani sejak masih mengandung lima bulan.
Kurang lebih tujuh bulan lamanya ia harus berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya menetap di gazebo milik warga.
“Di sini sudah mau tujuh bulan. Dari semenjak hamil lima bulan lah,” kata Kurniah dengan nada lirih.
Selama menetap di gazebo, ia hanya mengandalkan belas kasihan tetangga untuk makan sehari-hari.
“Kadang ada yang ngasih nasi sepiring,” ucapnya pelan.
Bayi kecilnya pun terpaksa harus terbiasa tidur beralaskan kasur tipis dengan perlindungan seadanya dari gigitan nyamuk dan angin malam yang menusuk.
Kini, warga berharap pemerintah tidak hanya memberi bantuan paket sembako, tetapi juga solusi tempat tinggal permanen agar masa depan sang bayi lebih terjamin.