Jumat, 04 Sep 2026
Home
Search
Menu
Share
More
22 Agu 2026 04:47 - 3 menit reading

Bawa Bantuan Rp4,5 Miliar ke NTT, Dedi Mulyadi Pastikan Rumah Rusak Berat Dapat Rp20 Juta

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,22 Agustus 2026-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).

Penyaluran dilakukan setelah Dedi Mulyadi meninjau kondisi rumah warga hingga malam hari untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus memetakan penerima bantuan.

Rumah warga yang mengalami kerusakan berat mendapat bantuan perbaikan sebesar Rp20 juta.

Pada kesempatan itu, Dedi juga mengecek langsung kondisi fisik sejumlah rumah warga, mulai dari dinding yang retak parah hingga tiang penyangga bangunan yang terlepas.

“Kalau rusaknya berat, kita bantu Rp20 juta,” ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Selain memeriksa kondisi bangunan, Dedi juga berdialog dengan warga dan petugas di tenda pengungsian untuk mencocokkan kondisi rumah dengan data kerusakan di lapangan.

Meski kondisi penerangan terbatas, proses pendataan dan verifikasi tetap dilakukan. Bantuan kemudian dialokasikan berdasarkan tingkat kerusakan dan diserahkan langsung kepada pemilik rumah.

Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, bantuan diberikan kepada 23 pemilik rumah rusak berat dengan nilai masing-masing Rp20 juta.

Selain itu, terdapat 83 rumah rusak ringan yang masing-masing mendapat bantuan Rp5 juta.

Sementara di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, bantuan diberikan kepada 20 rumah rusak berat dengan nilai masing-masing Rp20 juta. Kemudian 18 rumah rusak ringan masing-masing mendapat bantuan Rp5 juta.

“Kita pastikan data rumah yang rusak berat, retak-retak, hingga yang roboh terdata dengan benar. Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tunai agar warga bisa langsung memperbaiki tempat tinggalnya,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan, terdapat penambahan data penerima bantuan setelah dilakukan verifikasi langsung di lapangan.

Menurutnya, penyaluran bantuan secara langsung dilakukan agar warga dapat segera memperbaiki rumah dan mempercepat pemulihan setelah bencana.

Penyaluran bantuan juga telah dikoordinasikan Tim Aju BPBD Jabar bersama BPBD setempat, pemerintah daerah, serta unsur terkait.

Koordinasi tersebut meliputi pendataan kondisi wilayah, pemetaan kebutuhan prioritas masyarakat, lokasi penerimaan dan penyimpanan bantuan, hingga mekanisme distribusi ke wilayah terdampak.

Dedi Mulyadi berangkat ke NTT dengan membawa bantuan Rp4,5 miliar yang dihimpun Baznas Jawa Barat Rp1 miliar dari zakat ASN dan BUMD Jabar, Bank BJB melalui program BJB Peduli memberikan bantuan Rp1 miliar, duit pribadi Dedi Rp600 juta, Wali Kota Depok Supian Suri memberikan Rp500 juta.

Selanjutnya, Apindo Jawa Barat menyumbang Rp500 juta, ASN Pemprov Jabar Rp400 juta, Kadin Jawa Barat Rp200 juta, Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta. Kemudian PT Buana Kasiti dan tambahan hasil rapat memberikan Rp200 juta.

Seluruh duit tersebut digunakan untuk mendukung penanganan warga terdampak, termasuk bantuan perbaikan rumah yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

Sebelumnya, BPBD Jabar telah memberangkatkan 20 personel Tim Aju yang terdiri dari personel BPBD dan unsur relawan. Tim tersebut ditugaskan melakukan asesmen awal sekaligus mempersiapkan operasi distribusi bantuan di wilayah terdampak gempa.