www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,11 Agustus 2026-Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mematangkan rencana pelaksanaan tes urine bagi siswa SMA/SMK di Jawa Barat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar mengatakan, teknis tes urine tersebut akan dikoordinasikan Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan Provinsi serta Dinas kabupaten/kota.
“Teknisnya nanti berkoordinasi juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ya, kita lihat karena ini beberapa waktu ke depan,” ujar Adi saat dihubungi, Senin (11/8/2026).
Menurutnya, rencana tes urine ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas, setelah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendorong berbagai langkah upaya pemberantasan kejahatan dan penyalahgunaan obat-obatan.
Selain itu, tes urine juga menjadi bagian dari upaya preventif dan preemtif Pemprov Jabar, mencegah keterlibatan pelajar dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Sebab, kata dia, dalam beberapa kasus, pelaku kriminal yang melibatkan anak usia sekolah, diduga terindikasi mengonsumsi obat-obatan seperti tramadol dan alkohol.
“Tes urine untuk siswa SMA atau SMK ini atas dasar upaya pencegahan. Jadi pencegahan anak-anak untuk tidak berbuat yang tidak semestinya, bahkan tindakan-tindakan kriminal,” katanya.
Adi menyebut tes urine nantinya juga diharapkan dapat membantu pemerintah, dalam memetakan siswa yang terindikasi mengonsumsi obat-obatan terlarang atau obat tertentu secara berlebihan.
Dengan pemetaan tersebut, kata Adi, pemerintah dapat melakukan langkah penanganan lebih awal sebelum persoalan berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap siswa maupun masyarakat.
“Kalau misalkan ada yang terindikasi, nanti bisa dicegah apabila memang dia sudah ketergantungan atau sudah biasa mengonsumsi tramadol atau obat-obatan lainnya,” ucapnya.
Adi menegaskan, penanganan persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sekolah, orang tua, dan masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan serta tindak kriminal di kalangan pelajar.
“Ini nggak bisa sampai situ juga, jadi harus terus masif, terutama melibatkan pihak sekolah, orang tua di rumah, dan masyarakat di lingkungan sekolah dan rumah,” katanya.
Terkait waktu pelaksanaan, Adi belum menyebutkan tanggal pasti dimulainya tes urine tersebut.
Adi memastikan Pemprov Jabar saat ini tengah menyiapkan aspek teknis dan koordinasi antarinstansi, sebelum program tersebut diterapkan secara lebih masif di lapangan.
“Intinya ini sudah disampaikan Pak Gubernur ke publik akan dilakukan tes urine. Kita secara teknis mempersiapkan. Mungkin dalam waktu dekat nanti kita akan mulai masif turun ke lapangan,” ucapnya.