www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,22 Juli 2026-Pemerintah Kabupaten Bandung mengajak masyarakat segera memanfaatkan layanan hotline apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Kanal pengaduan tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan terhadap potensi kekeringan di berbagai wilayah.
Setiap laporan yang diterima melalui hotline akan langsung diteruskan ke grup koordinasi lintas perangkat daerah. Dengan mekanisme tersebut, instansi terkait, termasuk Perumda Air Minum Tirta Raharja, dapat segera mengambil langkah sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, keberadaan hotline merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam mempercepat respons terhadap ancaman kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah kawasan Kabupaten Bandung.
“Saya kirimkan langsung ke grup. Nanti kan grup itu bisa memberikan solusi, di mana tempat pipanisasi, di mana tempat yang butuh pompa,” kata Dadang, Rabu (22/7/2026).
Menurut Dadang, setiap pengaduan akan ditindaklanjuti melalui penanganan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Langkah tersebut meliputi perbaikan jaringan perpipaan, penyediaan pompa air, hingga pendistribusian bantuan air bersih menggunakan mobil tangki apabila diperlukan.
Selain mengoptimalkan layanan hotline, Dadang juga meminta Perumda Air Minum Tirta Raharja lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial mengenai proses penanganan gangguan distribusi air.
“PDAM silakan bikin video. Saya bikin video IG (Instagram), misalkan ada yang putus salurannya, silakan langsung cek oleh Pak Dirut. Pak Dirut sampaikan hasil before-after-nya,” katanya.
Pemkab Bandung telah menyiapkan sejumlah nomor hotline yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama musim kemarau, yakni BPBD di 0851-6290-1129, PDAM Tirta Raharja di 0821-3686-6866, Damkar di 0851-6358-9113, serta Dinas Pertanian di 0813-1652-285.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja Teddy Setiabudi mengungkapkan, musim kemarau mulai menyebabkan penurunan debit sejumlah sumber air baku dibandingkan kondisi normal.
“Penurunan debit sumber air baku sekitar 10-20 persen. Kendati demikian, kondisi itu masih dalam taraf terkendali. 24 ribu pelanggan tetap memperoleh layanan air bersih dengan mekanisme jaringan perpipaan,” ucapnya.
Wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau meliputi Ciwidey, Soreang, Pangalengan, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Solokanjeruk, Rancaekek, dan Cicalengka.
Teddy menjelaskan, pada kondisi normal kapasitas produksi air berada di kisaran 1.100-1.200 liter per detik untuk melayani sekitar 95-96 ribu sambungan pelanggan. Selama musim kemarau, kapasitas tersebut dapat berkurang sekitar 5-25 persen, bergantung pada kondisi masing-masing sumber air.
“Kondisi normal, kapasitas kami kurang lebih 1.100-1.200 liter per detik untuk melayani kurang lebih 95-96 ribu sambungan langganan. Di musim kemarau saat ini, bisa menurun 5-25 persen, tergantung sumber airnya,” katanya.
Ia menambahkan, apabila penurunan debit air baku mencapai 25-40 persen dari kondisi normal, status penanganan akan ditingkatkan menjadi tahap waspada. Pada tahap tersebut, PDAM akan menempatkan toren air di sejumlah wilayah yang dinilai rawan mengalami kekeringan.
“Saat kondisi memasuki tahap waspada, kami siap menempatkan 64 toren kapasitas 5.000 liter, tersebar di berbagai wilayah. Penempatan toren bakal atas hasil koordinasi dengan aparatur kewilayahan setempat,” ucapnya.
Selain menyiapkan puluhan toren, Perumda Air Minum Tirta Raharja juga telah menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat apabila dampak kekeringan semakin meluas sehingga kebutuhan air bersih warga tetap dapat terpenuhi.