Sabtu, 13 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
28 Mei 2026 10:04 - 2 menit reading

Buntut Pindahan Bus Cicaheum, Terminal Leuwipanjang Terapkan Aturan Headway Cegah Penumpukan

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,28 Mei 2026-Migrasi massal armada bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang memicu lonjakan volume kendaraan.

Guna mengantisipasi kelumpuhan di dalam area terminal, pengelola menerapkan strategi pengetatan jeda waktu keberangkatan (headway).

Langkah taktis ini diambil menyusul sudah masuknya sekitar 80 persen atau setara 60 hingga 100 armada bus eks Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang sejak pengalihan resmi per Selasa, 26 Mei 2026.

Atur Jeda Menit (Headway), Bus Dilarang Mangkal Lama

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, menegaskan pihaknya langsung menambah sarana dan prasarana serta memperketat manajemen waktu keluar-masuk bus demi menjaga kelancaran sirkulasi lalu lintas di dalam terminal.

“Kami siapkan jalur keberangkatan dan kami atur headway-nya secara ketat. Jadi, bus yang belum waktunya berangkat tidak boleh berdiam atau mangkal di Terminal Leuwipanjang,” ujar Asep saat ditemui di lokasi, Kamis (28/5/2026).

Melalui sistem headway ini, setiap armada hanya diberikan slot waktu terbatas di jalur keberangkatan untuk menaikkan penumpang. Jika waktu habis, bus harus segera jalan guna bergantian dengan armada eksisting maupun bus limpahan baru.

Armada yang Belum Jadwal Jalan Wajib Siaga di Pool

Untuk menyukseskan sistem kendali operasional ini, pihak Leuwipanjang meminta kerja sama dari seluruh Perusahaan Otobus (PO) agar tidak mengirimkan armada sekaligus ke dalam terminal.

“Sebagian bus yang belum waktunya berangkat harus tetap stay di Pool masing-masing.”

“Kami kendalikan alurnya dari sini agar tidak terjadi penumpukan antara bus eks Cicaheum dengan bus eksisting Leuwipanjang,” kata Asep menambahkan.

Asep memastikan, para sopir bus maupun manajemen PO telah menerima dan siap mematuhi kebijakan pengaturan headway ini demi mendukung kelancaran transisi operasional.

Terminal Cicaheum Masih Lakukan Penyesuaian

Sementara itu di lokasi terpisah, Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menyatakan aktivitas bus besar di wilayah Bandung Timur kini sudah sepenuhnya dipusatkan ke Leuwipanjang menyusul rencana alih fungsi Cicaheum menjadi Depo Bus Rapid Transit (BRT).

Meski demikian, penyesuaian di lapangan masih terjadi secara bertahap untuk memastikan tidak ada penumpang yang telantar.

“Kalau masih ada bus yang masuk ke Cicaheum langsung kami suruh keluar menuju Leuwipanjang. Untuk rute pendek seperti Garut, armada busnya sudah bergeser semua, saat ini tinggal kendaraan kecil seperti elf yang masih dalam proses penyesuaian,” tutur Asep Supriadi.