Sabtu, 05 Sep 2026
Home
Search
Menu
Share
More
26 Mei 2026 04:21 - 3 menit reading

SMAN 1 Purwakarta Jadi Sekolah Maung, Seleksi Siswa Baru Diperketat, Wajib Miliki IQ Minimal 130

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,26 Mei 2026-SMAN 1 Purwakarta resmi ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Sekolah Maung atau sekolah berkonsep Manusia Unggul. 

Penetapan tersebut dilakukan setelah sekolah menjalani proses verifikasi ketat yang menilai kualitas akademik, prestasi non-akademik hingga rekam jejak lulusan.

Staf Humas SMAN 1 Purwakarta, Prima Wulan Meirani menegaskan, status Sekolah Maung tidak diberikan secara instan. 

Sebelum ditetapkan, sekolah terlebih dahulu diverifikasi oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“SMAN 1 Purwakarta itu tidak tiba-tiba ditunjuk jadi SMA Maung atau Manusia Unggul. Sebelumnya memang sudah ada wacana dan sekolah kami diverifikasi terlebih dahulu oleh KCD dan pihak provinsi,” ujar Prima, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, proses penilaian mencakup berbagai indikator, mulai dari prestasi akademik dan non-akademik siswa hingga keberhasilan alumni melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Dicek apakah ada prestasi akademiknya, non-akademiknya, kemudian ada alumni yang kuliah di luar negeri atau tidak. Kebetulan syarat-syarat itu ada semua di kami, sehingga akhirnya ditetapkan sebagai Sekolah Maung,” katanya.

Sebagai Sekolah Maung, SMAN 1 Purwakarta akan menerapkan sistem penerimaan murid baru yang berbeda pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah hanya membuka tiga jalur penerimaan, yakni prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan jalur CIBI (Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa).

Khusus jalur CIBI, calon siswa diwajibkan memiliki hasil tes IQ minimal 130. Selain itu, seleksi juga mempertimbangkan nilai rapor sebesar 40 persen dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 60 persen.

Sementara jalur prestasi akademik diperuntukkan bagi siswa dengan capaian di bidang akademik maupun ajang seperti OSN dan O2SN minimal tingkat provinsi. 

Sedangkan jalur non-akademik mencakup kategori kejuaraan dan kepemimpinan.
Prima menyebutkan, pendaftaran SPMB dibuka pada 25 hingga 29 Mei 2026 dan hasil seleksi diumumkan pada 8 Juni 2026.

“Pendaftarannya tanggal 25 sampai 29 Mei, lalu pengumumannya tanggal 8 Juni. Jadi hanya satu tahap saja,” ucap Prima.

Saat ini, pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait pelaksanaan Sekolah Maung dan teknis SPMB.

Tak hanya sistem penerimaan siswa yang berubah, pola pembelajaran di SMAN 1 Purwakarta juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri ternama. Nantinya, dosen tamu dari PTN akan dilibatkan untuk mendukung proses belajar mengajar siswa.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil menyambut positif penunjukan tersebut. Menurutnya, program Sekolah Maung menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar dalam mencetak generasi unggul.

“Kami menerima dengan senang hati karena dengan adanya siswa-siswa berprestasi ini, kami berharap kualitas anak-anak juga semakin unggul,” ujar Sidik.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas tidak hanya dituntut dari siswa, tetapi juga dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah.

“Kalau anak-anaknya bagus, guru-gurunya juga harus bagus. Jadi dimungkinkan akan ada asesmen terhadap kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan,” katanya.

Pada tahun ajaran baru mendatang, SMAN 1 Purwakarta akan membuka 12 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas sesuai hasil sosialisasi awal dari pemerintah provinsi.