Minggu, 01 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin pada Daerah Nasional Ragam
22 Feb 2026 08:22 - 3 menit reading

Pemotor di Parung Panjang Bogor Tewas Usai Tabrak Gundukan Pasir Terjatuh ke Kolong Truk Tronton

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,21 Desember 2025-Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Seorang pengendara motor tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang.

Korban berinisial JR yang mengendarai Sepeda Motor Honda Vario berpelat nomor B 3701 CCE.

Ia terlibat kecelakaan maut dengan truk Hino Tronton bernomor polisi B 9509 QV di Jalan Raya Sudamanik.

Dalam peristiwa nahas itu, korban meninggal dunia akibat luka yang dialami.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 23.15 WIB.

“Korban mengalami luka pada bagian perut, tangan, kaki dan kepala dibawa ke Puskesmas Parung Panjang,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Kronologi Kecelakaan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan mengungkap kronologi kecelakaan bermula saat korban bergerak dari arah Lebakwangi menuju ke arah Parung Panjang.

Setibanya di lokasi kejadian, kendaraanya hilang kendali kemudian tertabrak truk yang berada di belakangnya.

“Di TKP (korban) menabrak gundukan pasir yang ada di badan jalan sebelah kiri sehingga kendaraan sepeda motor jatuh dan masuk ke kolong kendaraan truk tronton yang datang dari arah belakangnya dan terus terseret,” katanya.

Kasus 100 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Parung Panjang Bogor

Sebelumnya angkat kasus kecelakaan maut yang seringkali terjadi di Parung Panjang Bogor ini sempat disorot Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam dua tahun terkahir, 100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Jalan Parung Panjang-Bunar Kabupaten Bogor.

Hal itu diketahui saat Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro berbincang dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Dedi Mulyadi, dilihat di akun media sosial Instagram pribadi Dedi Mulyadi, Senin (10/2/2025).

“Selama kami menjadi Kapolres Bogor kurang lebih satu tahun delapan bulan, itu kasus kecelakaan yang diakibatkan baik itu lalainya si pengemudi, baik itu dari kontur jalannya yang kurang memadai, jalan rusak dan sebagainya itu menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak,” ujar Rio.

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan kepada Rio berapa korban akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar tersebut.

“Selama kami di sini hampir 100 lebih, pak Gub,” jawab Rio.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun kaget dan menduga hal itu terjadi akibat provinsi lambat membangun jalan Parung Panjang-Bunar.

“Punten (maaf) ya, bukan kita ingin negatif ya tidaklah. Akibat lambatnya Provinsi membangun jalan itu berakibat pada kecelakaan,” ujar Dedi.

Dedi kemudian kembali menanyakan, bagaimana bisa banyak orang meninggal dunia di Jalan Parung Panjang-Bunar.

“Itu kurang lebih hampir dua tahun data kami, itu karena kontur jalan, jumlah muatan, kemudian jalan rusak, penerangan jalan umum yang kurang memadai dan sempitnya jalan, kami butuh bantuan dari Pemprov Jabar,” ujar Rio.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengklaim sudah menyiapkan rencana untuk melakukan perbaikan jalan di Parung Panjang-Bunar.

“Tahun 2026 kita sudah oke, karena 2025 terlalu mepet ya. Kita bangun, total selesai yang penting tanahnya karena ingin diperlebar. Jadi kita akan bangun jalan tambang khusus,” kata Dedi Mulyadi.