Minggu, 01 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin pada Daerah Nasional Ragam
22 Feb 2026 08:22 - 3 menit reading

PT Sumatraco Langgeng Makmur Perkuat Implementasi SNI sebagai Acuan Utama dalam Pengolahan Garam

www.JendelaPeristiwa.com.ǁSurabaya,2 Desember 2025-PT Sumatraco Langgeng Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam, menyatakan komitmennya untuk memperkuat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai acuan utama dalam seluruh proses operasional di fasilitas produksinya yang berlokasi di Surabaya. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas produk sekaligus kesiapan perusahaan dalam menghadapi persaingan global.

Direktur PT Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, menyampaikan bahwa penguatan implementasi SNI merupakan prioritas perusahaan untuk memastikan setiap produk garam yang dihasilkan memenuhi standar mutu, keamanan, dan konsistensi sebagaimana dipersyaratkan secara nasional.

“Penerapan SNI bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi menjadi fondasi utama dalam proses pengolahan garam di perusahaan kami. Seluruh tahapan produksi mulai dari pengadaan bahan baku, proses pemurnian, hingga pengemasan telah disesuaikan dengan parameter teknis dan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas produk yang stabil dan terukur,” ujar Nurhadi dalam keterangan resminya.

Sebagai bagian dari penguatan standar produksi, pabrik PT Sumatraco Langgeng Makmur di Surabaya saat ini tengah menjalankan program modernisasi teknologi pemurnian. Perusahaan mengadopsi sistem pemrosesan berbasis evaporasi dan filtrasi berlapis yang dirancang untuk menghasilkan garam dengan tingkat kemurnian tinggi serta kandungan mineral dan logam berat yang terkontrol sesuai persyaratan SNI.

Modernisasi fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses dan kapasitas produksi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan laboratorium pengujian internal guna memperkuat pengawasan mutu harian secara mandiri dan berstandar.

Dalam rangka memperluas jangkauan pasar, PT Sumatraco Langgeng Makmur juga mengumumkan rencana ekspansi ke pasar internasional dengan fokus utama pada kawasan Frankfurt, Jerman. Perusahaan telah memulai komunikasi dengan sejumlah mitra potensial di wilayah tersebut untuk pemenuhan kebutuhan garam industri dan garam konsumsi berkualitas tinggi.

Menurut Nurhadi Wiyono, peluang pasar di Jerman cukup signifikan, terutama untuk sektor makanan, manufaktur, serta farmasi yang memerlukan garam berstandar tinggi dan memenuhi regulasi Uni Eropa.

“Kami tengah mempersiapkan pemenuhan seluruh persyaratan sertifikasi dan dokumen teknis untuk kebutuhan ekspor ke Jerman. Respon awal terhadap sampel produk kami menunjukkan hasil positif, sehingga kami optimistis dapat memasuki pasar Frankfurt dengan baik,” jelasnya.

Perusahaan juga menargetkan pemenuhan standar internasional seperti ISO 22000, HACCP, dan dokumen kepatuhan lain yang dipersyaratkan untuk produk pangan dan bahan baku di kawasan Eropa.

Dalam upaya meningkatkan daya saing, PT Sumatraco Langgeng Makmur turut mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam proses produksinya. Perusahaan mulai menerapkan sistem pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan serta efisiensi energi, termasuk pengembangan teknologi reduksi limbah cair melalui konsep zero liquid discharge.

Penerapan prinsip keberlanjutan ini tidak hanya sejalan dengan tuntutan regulasi nasional, tetapi juga menjadi nilai tambah untuk memasuki pasar Eropa yang memiliki standar lingkungan sangat ketat.

Melalui rangkaian inisiatif strategis tersebut, PT Sumatraco Langgeng Makmur berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing industri garam nasional di pasar global. Penguatan implementasi SNI dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan produk garam Indonesia mampu bersaing dengan produsen internasional.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kepatuhan terhadap standar produksi. Dengan dukungan teknologi modern dan manajemen mutu yang terarah, kami yakin produk garam Indonesia dapat menjadi pilihan utama di berbagai pasar internasional,” tutup Nurhadi.