Rabu, 04 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
2 Des 2024 09:07 - 2 menit reading

PT Sumatraco Langgeng Makmur Peringati Hari Penghapusan Perbudakan Internasional, Tunjukkan Komitmen Kemanusiaan dalam Industri Garam

www.jendelaperistiwa.comǁSurabaya,2 Desember 2024-PT Sumatraco Langgeng Makmur, salah satu produsen garam terbesar di Indonesia, menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Penghapusan Perbudakan Internasional yang jatuh pada 2 Desember. Bertempat di pabrik utama perusahaan di Surabaya, acara bertema “Sumatraco: Perusahaan Garam dengan Hati Kemanusiaan” ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, beserta mitra bisnis, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi sosial yang berfokus pada pemberdayaan dan perlindungan hak asasi manusia.

Peringatan tersebut bertujuan untuk menegaskan komitmen PT Sumatraco Langgeng Makmur terhadap penghapusan segala bentuk perbudakan modern dalam industri dan masyarakat. Dalam acara yang berlangsung dengan penuh semangat itu, perusahaan tidak hanya menyoroti kiprah mereka dalam menghasilkan produk garam berkualitas tinggi, tetapi juga mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan yang menjunjung tinggi hak pekerja dan kesejahteraan sosial.

Hari Penghapusan Perbudakan Internasional, yang diperingati setiap 2 Desember, merupakan momen penting untuk mengingatkan dunia tentang perlunya menghapus segala bentuk perbudakan dan eksploitasi manusia. Meskipun perbudakan dalam bentuk klasik sudah lama dilarang, perbudakan modern yang mencakup pekerja anak, perdagangan manusia, dan eksploitasi tenaga kerja masih berlangsung di berbagai sektor, termasuk dalam industri global.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, mengungkapkan bahwa perusahaan merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa produksi garam yang dilakukan tidak melibatkan eksploitasi pekerja dan melanggar hak asasi manusia. “Hari Penghapusan Perbudakan Internasional mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama untuk memberantas perbudakan dalam segala bentuknya. Sebagai perusahaan, kami tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada bagaimana kami bisa berkontribusi positif bagi masyarakat dan pekerja kami,” ujarnya.

Nurhadi juga menyatakan bahwa penghapusan perbudakan dan eksploitasi tenaga kerja modern adalah bagian dari komitmen Sumatraco untuk memastikan setiap aspek operasi perusahaan, mulai dari produksi hingga distribusi, dilakukan dengan cara yang manusiawi dan beretika.

PT Sumatraco Langgeng Makmur juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan organisasi sosial untuk memastikan bahwa kebijakan perusahaan selalu sejalan dengan peraturan yang ada, serta mendukung inisiatif untuk menghapuskan perbudakan dan eksploitasi tenaga kerja. Kerja sama ini juga mencakup pendampingan dalam pelatihan hak-hak pekerja, serta penyuluhan mengenai pentingnya lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi dan eksploitasi.