
www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,25 Februari 2026-Polrestabes Bandung menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk masyarakat umum saat Ramadan pada 24-25 Februari 2026 pukul 15.00 – 18.00 WIB di halaman Mapolrestabes Bandung. Masyarakat bisa datang langsung dan membeli berbagai kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Masyarakat bisa menebus beberapa bahan pokok utama, salah satunya beras program SPHP dari Bulog. Adapun harga yang ditawarkan, antara lain beras SPHP 5 kg Rp58 ribu, minyak goreng MinyaKita Rp15.500 per liter, dan gula pasir Rp17 ribu per kilogram. Program ini ditujukan guna menjaga daya beli masyarakat, utamanya saat Ramadan ketika konsumsi rumah tangga meningkat.
Selain bahan pokok utama, masyarakat pun dapat membeli bahan makanan harian, seperti telur ayam Rp29 ribu per kilogram, daging sapi Rp132 ribu per kilogram, ayam potong Rp37 ribu per ekor, cabai merah Rp42 ribu per kilogram, dan bawang merah atau putih Rp34 ribu per kilogram.
“Gerakan Pangan Murah (GPM) ini tujuannya membantu masyarakat yang memang membutuhkan, karena ada beberapa komoditas dari jenis produk tertentu harganya cukup tinggi. Maka, kami coba untuk melakukan kegiatan GPM. Tadi, ada 17 item yang disiapkan lebih murah harganya daripada di pasar dan termasuk masih rendah daripada harga eceran tertinggi,” kata Plt. Kapolrestabes Bandung, Kombes Adi Wijaya di lokasi.
Lanjutnya, warga yang hadir di sini merupakan warga sekitar Polrestabes Bandung. Salah seorang warga Jalan Nyland, Hengki (68) bersama istri, Uun Jaebah (62) mengaku dalam GPM ini hanya membeli beras, gula, dan minyak goreng.
“Tadi enggak perlu daftar. Tinggal datang saja. Saya dapat informasi GPM ini dari kelurahan. Alhamdulillah harganya lebih murah dari harga pasar hanya Rp 58 ribu,” katanya.
Sang istri menambahkan, harga beras di GPM ini cukup murah dibandingkan membeli di pasar.
“Harga di pasar pada naik, ada yang murah tapi berasnya kotor. Untuk membeli beras yang bersih dan enak di makan, harganya cukup mahal. Kalau beras yang bersih Rp 15 ribu sekilo, jauh banget makanya,” katanya.
Uun menyebut, beras murah yang dibeli dalam kegiatan ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih, saat ini sedang Ramadan. “Buat makan pas berbuka dan sahur ini membantu sekali,” ujarnya.
Warga lain, Wiwin (34) mengatakan, dia datang ke Mapolrestabes Bandung bersama teman-temannya. Tak hanya membeli pangan murah, dia datang ke Polrestabes Bandung sekaligus ngabuburit.
“Sambil ngabuburit, sambil belanja. Ya harganya murah-murah, kalau saya beli beras yang utama, terus minyak juga,” ujar Wiwin.