Minggu, 01 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin pada Daerah Nasional Ragam
22 Feb 2026 08:22 - 2 menit reading

Perusakan Kebun Teh Pangalengan, Dedi Mulyadi Desak Pemkab Bandung dan Polda Jabar Bertindak Tegas

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,29 November 2025-Kasus perusakan kebun teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, dapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Perusakan kebun teh di Pangalengan Bandung tersebut viral di media sosial.

Aksi sejumlah petani melakukan aksi protes terkait perusakan lahan kebun teh tersebut terekam video.

Kumaha ieu teh hayoh wae diragajian (bagaimana ini terus saja digergaji), ari ieu rek darahar ti mana atuh (ini mau pada makan dari mana),” ucap salah seorang petani.

Sejumlah petani juga memperlihatkan sejumlah pohon teh yang sudah tercabut dari tanah.

Dedi Mulyadi menilai, peristiwa perusakan lahan kebun teh di Pangalengan tersebut bersifat sistemik.

Perusakan terjadi berulang kali dan mengikuti pola tertentu.

“Perusakan tersebut sistemik dan saya mendapat informasi bahwa ada orang yang punya uang kemudian menggerakkan orang untuk melakukan penebangan kebun teh,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (27/11/2025).

Menurut Dedi Mulyadi, orang tersebut membiayai perusakan lahan tersebut agar bisa beralih fungsi menjadi kebun kentang.

“Perusakan tujuannya untuk menanam kentang dan kentangnya nanti dibeli oleh dia,” katanya.

Dedi Mulyadi pun meminta ketegasan kepolisian menyikapi aksi perusakan kebun teh tersebut.

KDM langsung berkoordikasi dengan dan penahanan pada orang di balik perusakan tersebut.

Dedi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung bertindak di lapangan, mengingat ada Peraturan Gubernur yang melarang alih fungsi lahan teh karena aspek kerusakannya terhadap lingkungan.

Lahan Kebun Teh Berubah

Instruksi Gubernur ini muncul setelah Serikat Pekerja Perkebunan Teh berunjuk rasa menuntut perlindungan PTPN.

Camat Pangalengan, Vena Andriawan, membenarkan bahwa penyerobotan lahan ini sudah terjadi yang kedua kalinya dan terus meluas.

“Kalau setahu saya, saat ini sudah ada 60 hektar yang terokupasi dan terus bertambah,” ungkap Vena, seraya menambahkan penyerobotan terjadi di berbagai titik.

Menurut Camat, luasan lahan yang terokupasi ini menjadi salah satu faktor kemarahan serikat pekerja karena merusak lahan pekerjaan pemetik teh.

PTPN 1 Regional 2 sendiri menghadapi kendala dalam pengawasan lahan seluas 6.000 hektar karena keterbatasan personel.

“Mereka bilangnya, karena keterbatasan personil. Di blok A misalnya dijaga, tapi blok C malah dijarah,” ucap Vena, menambahkan bahwa aktivitas penyerobotan kerap dilakukan pada malam hari.

Dedi meminta para petani tetap tenang dan memastikan penindakan akan segera dilakukan oleh polisi.