Minggu, 01 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
22 Feb 2026 08:21 - 2 menit reading

Pemkab Sumedang Perketat Mitigasi Bencana Menyusul Gempa di Timur Sesar Lembang

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,31 Januari 2026-Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparatur kewilayahan untuk memperkuat langkah mitigasi bencana menyusul gempa bumi yang dipicu aktivitas sekitar Sesar Lembang dan terasa di sejumlah wilayah Sumedang.

Instruksi tersebut disampaikan Dony usai gempa berkekuatan magnitudo 2,7 mengguncang kawasan Bandung Raya pada Jumat (30/1/2026) dini hari sekitar pukul 05.13 WIB.

Pusat gempa dikatakan berada di wilayah timur Kota Bandung, maka getarannya dirasakan hingga Kecamatan Sukasari dan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, sebab ini merupakan kawasan sekitar jalur Sesar Lembang.

Sesar Lembang sendiri merupakan patahan aktif di Jawa Barat yang membentang di utara Kota Bandung dan memanjang hingga sekitar Gunung Manglayang, dekat wilayah Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Aktivitas sesar ini kerap menjadi perhatian karena potensi gempa yang dapat berdampak ke kawasan padat penduduk.

“Gempa ini harus menambah kewaspadaan kita semua. Saya minta BPBD dan aparatur kewilayahan meningkatkan mitigasi kebencanaan serta terus menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat,” ujar Dony di kawasan Gunung Kunci, Sumedang, Jumat (30/1/2026).

Menurut Dony, penyampaian informasi kebencanaan menjadi kunci agar masyarakat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa, termasuk upaya mengurangi risiko yang mungkin timbul.

“Informasi harus benar-benar sampai ke masyarakat. Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi dan bagaimana cara meminimalkan risikonya,” katanya.

Selain penguatan edukasi kebencanaan, Dony juga meminta BPBD Sumedang melakukan pengecekan langsung secara berkala ke desa-desa, khususnya wilayah yang berdekatan dengan jalur Sesar Lembang.

“BPBD harus kontinu turun ke lapangan, memastikan mitigasi bencana di desa-desa berjalan dengan baik. Dengan begitu, risiko bencana bisa diminimalkan. Secara lahir kita berikhtiar lewat mitigasi, dan tentu jangan lupa berdoa,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini diduga akibat aktivitas segmen sesar di sebelah timur Sesar Lembang,” kata Daryono saat dihubungi.

BMKG mencatat, getaran gempa dirasakan di Kecamatan Sukasari dan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, serta Kecamatan Cileunyi, Cilengkrang, dan Cimeyan, Kabupaten Bandung, dengan intensitas II–III MMI.

“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang melintas. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut,” katanya.