Senin, 02 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin pada Daerah Nasional Ragam
22 Feb 2026 08:22 - 3 menit reading

Mengenal Tanjakan Cae di Wado Sumedang yang Renggut 4 Nyawa pada Sabtu Malam

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,2 November 2025-Tanjakan Cae merupakan jalan menanjak dari arah Kecamatan Wado di Kabupaten Sumedang menuju Kecamatan Malangbong di Kabupaten Garut. Lokasi ini membuat empat nyawa melayang pada Sabtu (1/11/2025) malam.

Namanya tetap Tanjakan Cae meski pengendara melaju dengan arah sebaliknya, yaitu menurun tajam dari Malangbong, Garut, ke Sumedang.

TribunJabar.id pernah mengalami perasaan yang campur aduk saat menuruni Tanjakan Cae. Jantung berdegup kencang dan urat di badan terasa tegang. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk tidak nekat menggunakan kendaraan kurang fit melintasi wilayah ini.

Dari arah Malangbong, Sabtu (20/9/2025) petang, TribunJabar.id menggunakan sepeda motor cross pabrikan Yamaha, dengan keadaan fit. Remnya berfungsi normal depan dan belakang dan bahan bakar penuh.

Perlunya memenuhi bahan bakar adalah karena di sepanjang jalan ini sampai Wado, tidak ada SPBU, kecuali hanya pom-pom mini yang dimiliki warga, itu pun jaraknya berjauhan.

Jalannya memang lebar, standar jalan nasional yang leluasa dilintasi dua mobil berpapasan. Dari Malangbong, jalan mulai terasa datar dan sedikit-sedikit menurun.

Di depan, ada sejumlah kelokan dengan kontur kanan tebing, kiri area kebun. Rumah-rumah berselang dengan wilayah kebun. Setelah melintasi wilayah ini memasuki Kabupaten Sumedang, terlihatlah yang disebut Tanjakan Cae.

Turunan ini sangat panjang. Kekuatan tangan mencengkeram tuas rem harus benar-benar tidak kenal pegal. Sebab, lepas sedikit saja, ketahanan rem kaki kurang bisa menahan laju yang cepat dari kendaraan.

Selama turun di Tanjakan Cae ini, pegal sangat terasa. Lain dari itu, tegang dan khawatir rem terlalu panas menahan gesekan sehingga los.

Bagi yang hendak melintasi wilayah Wado-Sumedang, terutama melintas di Tanjakan Cae pada malam hari wajib waspada, lantaran di sepanjang jalur tersebut masih minim lampu penerangan jalan umum (PJU).

Semalam, Tanjakan Cae memakan korban jiwa. Terjadi kecelakaan lalu lintas maut yang merenggut empat nyawa dan membuat 16 orang lainnya terluka.

Mobil rombongan keluarga peziarah asal Jati Tengah Blok Rebo RT 02/04, Desa Jati Tengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, mengalami kecelakaan di Tanjakan Cae yang berada di Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Kecelakaan terjadi ketika mobil sedang dalam perjalanan pulang ke Majalengka. Rombongan sebelumnya berziarah di Pamijahan, Tasikmalaya. Peristiwa kecelakaan maut ini terjadi pada pukul 20.10.

Berdasarkan hasil olah TKP, Kasatlantas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani, mengatakan, peristiwa kecelakaan tunggal tersebut bermula saat mobil Elf bernomor polisi  E 7566 KC berpenumpang 20 peziarah melaju dari Tasikmalaya menuju Majalengka dengan kecepatan tinggi.

Saat di lokasi, mobil Elf tersebut mendahului mobil Elf berpelat nomor E 7740 AA, yang juga pembawa rombongan peziarah.

“Mobil Elf yang dikendarai oleh Dedeng menyalip kendaraan yang ada di depannya, dan saat di tikungan, sopir tidak dapat mengendalikan kendaraan hingga mengakibatkan mobil terguling,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani, Minggu.