
www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,21 September 2025-Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman; Bupati Majalengka, Eman Suherman; dan Kepala Badan Pengelola (BP) Rebana, Helmy Yahya, bertemu di tengah asap pembakaran sate yang mengepul.
Pertemuan tersebut berlangsung di Warung Sate dan Oseng Sindangkasih Mak Hj. Uyi di Jalan Pejuang No. 45, Sindangkasih, Majalengka, Jumat (19/9/2025) malam.
Sekilas, suasananya seperti makan malam biasa. Sate, oseng, kelapa muda, dan gelas teh menghiasi meja.
Namun, di balik kesederhanaan itu, terselip agenda besar: mempercepat pembangunan Kawasan Rebana, kawasan strategis nasional yang kini jadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
Hadir pula Kadis PUTR Majalengka, Agus Permana; Kepala Bappedalitbang Majalengka, Yayan Sumantri, serta beberapa pejabat daerah lainnya. Pertemuan santai di warung legendaris itu menjadi simbol bahwa ide besar bisa lahir dari warung rakyat.
Herman membuka percakapan dengan nada ringan. Ia menyebut makan malam di warung sate tidak hanya jamuan, tapi kesempatan penting untuk membahas akselerasi pembangunan.
“Makan sate sederhana, tapi maknanya luar biasa. Malam ini kita sepakat mempercepat pembangunan Rebana, salah satunya di Majalengka,” kata Herman dalam video yang diunggahnya, dikutip pada Minggu (21/9/2025).
Bupati Eman Suherman dengan penuh keyakinan mengatakan kehadiran Helmy Yahya membawa optimisme baru dalam kemajuan kawasan Rebana.
“Ketika malam hari ini saya kedatangan senior saya, mentor saya, yakin di tangan Pak Helmy Yahya, Rebana khususnya Majalengka, insyaallah semakin melesat. Melesat untuk rakyat,” ucapnya.
Helmy Yahya yang baru saja menggantikan Bernardus Djonoputro, terlihat antusias. Ia menegaskan sudah ada peta jalan yang matang, tinggal dieksekusi dengan cepat.
“Saya sangat optimis. Master plan world class sudah disiapkan Pak Bernie. Kerjaan saya tinggal menjalankan, jualan-jualan, mengundang investor. Apalagi Pak Bupati sudah mendukung,” katanya.
Herman menambahkan, pembangunan Rebana tidak hanya soal infrastruktur atau investasi, melainkan memiliki landasan yang lebih dalam.
“Pak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Rebana ini berangkatnya dari spiritualitas. Jadi bukan hanya tugas birokrasi, tapi panggilan patriotik. Kalau Rebana hebat, Jawa Barat hebat. Kalau Jawa Barat hebat, Nusantara ikut terangkat,” tuturnya.
Sebelum beranjak, Herman menutup videonya dengan kalimat khasnya.
“Lembur diurus, kota ditata, Jawa Barat istimewa. Hidup Majalengka, hidup Jawa Barat,” kata Herman.
Sekilas Rebana
Kawasan Rebana atau Rebana Metropolitan ditetapkan melalui Perpres No. 87 Tahun 2021 sebagai kawasan strategis nasional. Wilayahnya mencakup tujuh kabupaten/kota: Subang, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kota Cirebon, dan Kuningan.
Kawasan ini dihuni lebih dari 9,3 juta jiwa, atau hampir seperlima penduduk Jawa Barat.
Kontribusinya pada ekonomi juga besar, sekitar 19 persen PDRB Jawa Barat.
Infrastruktur andalan Rebana meliputi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Pelabuhan Patimban di Subang, jalan tol Trans Jawa, serta jalur kereta api.
Dengan kombinasi itu, Rebana diproyeksikan sebagai magnet investasi dan motor pertumbuhan baru, tak hanya untuk Jawa Barat, tapi juga untuk Nusantara.