www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,27 Januari 2026-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Hal itu dilontarkan langsung oleh KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi saat kembali meninjau lokasi longsoran, Selasa (27/1/2026) sore.
Dedi Mulyadi melalui pemerintah provinsi disebut akan memberikan santunan sebesar Rp 25 juta kepada ahli waris yang keluarganya meninggal, bantuan rumah baru di titik relokasi, dan biaya hidup selama dua bulan.
Sedangkan untuk korban dari marinis dan kepolisian, Dedi Mulyadi juga akan memberikan santunan.
“Baik kematian biasa atau gugur saat latihan. Kami sudah berkomitmen memberikan santunan 25 juta per ahli waris. Anggota Marinir pun keluarga yang ahli warisnya nanti kita berikan,” kata Dedi di lokasi.
Selain TNI Marinir, dua polisi yang gugur dalam rangkaian penanganan bencana longsor juga diberikan hal yang sama.
“Juga termasuk kepada dua anggota Bhabinkamtibmas, itu juga termasuk bagian dari yang gugur dalam melaksanakan tugas, mereka pergi ke tempat tugas, di jalan mengalami kecelakaan,” ujarnya.
Namun berbeda dengan para korban sipil, anggota marinir dan polisi itu hanya mendapatkan santunan Rp 25 juta.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, membenarkan 23 prajurit dari satuan Marinir tertimbun tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
“Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor,” kata Ali, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ali mengungkapkan, proses pencarian dan evakuasi hingga saat ini masih terus dilakukan.
Dari total korban yang tertimbun, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal.
“Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus,” ujarnya.