Senin, 02 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin pada Daerah Nasional Ragam
28 Jul 2025 11:29 - 2 menit reading

Gagal Atasi Rasa Rindu pada Keluarga Bikin 4 Siswa Sekolah Rakyat Poltekesos Bandung Mundur

www.jendelaperistiwa.com.ǁJawa Barat,28Juli 2025- Empat siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 11, Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, mengundurkan diri. Penyebabnya, mereka ingin tinggal bersama orang tua.

Kepala SRMA 11, Tintin Sri Suprihatin, mengatakan, empat siswa itu terdiri atas satu laki-laki dan tiga perempuan.

“Kalau anak-anak lain betah, tapi memang yang dari awal 100 itu kita ada empat orang yang mundur karena tidak sanggup untuk boarding (asrama),” ujar Tintin, Senin (28/7/2025).

Tintin mengatakan, mereka mengalami situasi cemas saat berada jauh dari rumah. Kondisi itu pun membuat mereka terkendala saat proses belajar-mengajar hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri.

“Iya (homesick), karena mereka masih pengen tidur dengan orang tuanya, jadi mereka tidak biasa,” ucapnya.

Empat siswa yang mengundurkan diri itu, kata dia, masih dalam tahap adaptasi. Tahapan ini akan berlangsung selama 10 minggu.

“Jadi setelah yang MPLS dua minggu, kita sedang kegiatan persiapan 10 minggu. Kenapa itu dipersiapkan? Karena kan mereka baru di lingkungan boarding ya, termasuk dengan aturannya, termasuk dengan persiapan mereka nanti belajarnya di kurikulum yang sesuai dengan Kemendikdasmen juga diperkenalkan,” katanya.

Pihak sekolah, kata dia, sudah melakukan antisipasi agar para siswa tidak merasa kesepian selama berada di asrama. Satunya di antaranya dengan memberikan sesi curhat setiap malam.

“Tapi memang yang empat orang ini lebih memilih untuk belajar di rumah saja,” ucapnya.

Pihak sekolah memperbolehkan orang tua siswa untuk bertemu dengan anaknya kapan pun. Sesuai pesan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak memisahkan siswa dengan orang tua atau keluarganya.

“Jadi ketika ada orang tua yang datang ingin bertemu, kami fasilitasi,” katanya.

Tintin memastikan, empat siswa yang memutuskan kembali kepada keluarganya telah sekolah di tempat lain.

“Semoga berhasil. Ada yang di negeri, ada yang swasta. Jadi itu sudah kembali ke keluarga,” ucapnya.

Empat kuota yang ditinggalkan pun telah diisi siswa baru.

Proses perekrutannya sama dengan sebelumnya, yakni berdasarkan pada data terpadu sosial ekonomi nasional (DTSEN), yang berada pada desil satu dan desil dua. Sehingga total murid di tetap, yakni 100 orang.