Jumat, 17 Apr 2026
Home
Search
Menu
Share
More
15 Apr 2026 06:40 - 3 menit reading

Polemik Lagu ‘Erika’, Warisan 1980-an yang Berisi Lirik Merendahkan Perempuan: HMT-ITB Minta Maaf

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,15 April 2026-Sebuah video beredar luas di jagat maya. Video ini menampilkan sekelompok mahasiswa Tambang ITB yang tengah menyanyikan lagu berjudul “Erika”. Hal ini menjadi sorotan karena lagu tersebut dinilai mengandung lirik yang merendahkan dan melecehkan perempuan.

Video penampilan lagu tersebut beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat.

Banyak pihak menilai, konten tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai kesusilaan, apalagi dibawakan dalam lingkungan kampus yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan penghormatan terhadap martabat individu.

Menanggapi polemik yang berkembang, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB) akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” demikian pernyataan resmi HMT-ITB, Rabu (15/4/2026).

Dalam klarifikasinya, HMT-ITB menjelaskan bahwa lagu tersebut bukanlah karya baru.

Lagu “Erika” disebut telah dibuat sejak era 1980-an dan dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD), sebuah unit kegiatan yang sudah ada sejak 1970-an.

“Perlu kami sampaikan bahwa Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD) merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan untuk lagu berjudul ‘Erika’ dibuat pada tahun 1980-an.”

“Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski memiliki latar historis, HMT-ITB mengakui bahwa keputusan untuk tetap menampilkan lagu tersebut di masa kini merupakan kesalahan.

Mereka menegaskan bahwa isi lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung dalam lingkungan akademik.

“Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, HMT-ITB menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menarik seluruh konten terkait dari peredaran. Tidak hanya video terbaru, tetapi juga rekaman lama yang kembali muncul di publik.

“Kami telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat,” tulis mereka.

Selain itu, evaluasi internal juga tengah dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi konten maupun pelaksanaan kegiatan organisasi.

HMT-ITB menyatakan akan meninjau ulang standar dan pedoman kegiatan agar selaras dengan nilai etika yang berkembang, baik di lingkungan kampus ITB maupun masyarakat luas.

“Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” tutup pernyataan tersebut.