Sabtu, 14 Mar 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Admin pada Daerah Nasional Ragam
8 Mar 2026 06:02 - 2 menit reading

Sopir Angkutan Umum Bakal Dapat Uang Kompensasi Saat Mudik Lebaran, Pencairan 12-13 Maret

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,8 Maret 2026-Menjelang mudik Lebaran 2026 Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi tingkat kepadatan dan kemacetan kendaraan.

Adapun fokus yang dibidik ada dua titik yaitu jalur mudik dan kawasan wisata.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menyetop operasional kendaraan angkutan umum yang beroperasi di jalur mudik dan kawasan wisata selama Lebaran 2026.

Dishub Jabar sendiri telah menyediakan anggaran sebagai kompensasi pemberhentian operasional kendaraan angkutan umum di dua titik itu.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran kompensasi sebesar Rp6 miliar.

Menurutnya, pemberian kompensasi memang ditujukan di dua titik yakni jalur mudik dan kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Wilayahnya ada dua klasterisasi. Satu klaster jalur mudik, terutama di Pantura seperti Cirebon dan Subang. Sementara klaster kedua menyasar kawasan wisata yang biasanya dipadati wisatawan setelah Lebaran yaitu seperti Puncak Bogor, Puncak Cianjur, kemudian Lembang, Garut, dan Tasikmalaya,” ujar Dhani, Sabtu (7/3/2026).

Dhani mengatakan bahwa anggaran kompensasi Rp6 miliar lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Dhani menjelaskan, waktu pemberian kompensasi juga dibuat berbeda menyesuaikan karakteristik pergerakan kendaraan di masing-masing wilayah.

Penyaluran kompensasi dijadwalkan mulai dilakukan pada 12 hingga 13 Maret 2026 menjelang arus mudik.

“Saat ini sedang kami persiapkan, pencairan dijadwalkan mulai dilakukan pada 12 hingga 13 Maret 2026,” katanya.

Mekanismenya, pencaitan di jalur mudik dilakukan sekitar H-3 Lebaran.

Kemudian untuk jalur wisata diberikan setelah Lebaran.

“Jadi ada yang tujuh hari dan ada yang lima hari,” ujarnya.